720x90

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Insomnia

Advertisement

Insomnia merupakan kesulitan secara berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur, meskipun ada kesempatan untuk itu. Gejalanya umumnya diikuti dengan gangguan fungsional ketika bangun.



Insomnia seringkali timbul karena adanya suatu penyakit atau masalah psikologis. Dalam hal ini, psikologis atau bantuan medis diperlukan untuk mengatasi insomnia.

Banyak penderita insomnia yang bergantung pada obat tidur dan zat penenag lainnya agar dapat beristirahat. Seluruh obat sedatif dapat menimbulkan ketergantungan psikologisa berupa anggapan bahwa tidak bisa tidur tanpa mengonsumsi obat tersebut.

Penyebab Insomnia
Insomnia bukan merupakan penyakit, melainkan suatu gejala dengan beragam penyebab, semisal penggunaan obat-obatan, kelainan fisik, dan kelainan emosional.

Insomnia dapat terjadi baik pada usia muda maupun lansia, dan acapkali timbul secara bersamaan dengan gangguan emosional, seperti ketakutan, depresi, kegelisahan, atau kecemasan.

Pola terbangun saat dini hari sering ditemui pada orang berusia lanjut. Sejumlah orang tertidur secara normal namun beberapa jam kemudian terbangun dan sulit untu tidur lagi.

Terkadang mereka tidur dalam keadaan merasa belum puas tidur dan gelisah. Terbangun saat dini hari adalah salah satu tanda depresi.

Seseorang dengan pola tidur yang terganggu bisa mengalami pola tidur yang terbalik, yakni bangun pada waktunya tidur, dan tertidur bukan pada saatnya tidur.

Hal ini dapat terjadi karena sebab-sebab berikut ini:
- Kerusakan pada otak (karena penyakit Alzheimer, stroke, ensefalitis).
- Efek samping obat (terkadang).
- Penggunaan alkohol secara berlebihan.
- Bekerja di waktu malam.
- Jet lag (terutama bila bepergian dari timur ke barat).

Gejala Insomnia
Gejala insomnia berupa sulit tidur atau sering terjaga pada malam hari dan merasa lelah sepanjang hari. Awal mula proses tidur pada penderita insomnia mengacu pada latensi berkepanjangan dari waktu hendak tidur hingga tertidur. Pada insomnia psiko-fisiologus, penderita mungkin mengeluhkan perasaan khawatir, tegang, cemas, atau mengingat masalah-masalah pada masa lalu atau masa depan seacara terus menerus karena mereka berbaring terlalu lama tanpa tertidur.

Pada insomnia akut, kemungkinan terdapat suatu peristiwa yang memicu, semisal penyakit yang menyerang atau kematiaon orang yang dicintai. Hal ini dapat berhubungan dengan munculnya insomnia.

Melihat jam ketika tiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan rasa terdesak dan usaha agar bisa tertidur.

Pengobatan Insomnia
Dalam pengobatan insomnia, bergantung pada penyebab dan beratnya insomnia yang diderita.

Lansia yang mengalami perubahan tidur karena usia yang bertambah, umumnya tidak perlu diobati, karena merupakan perubahan yang normal.

Penderita insomnia sebaiknya tetap santai dan tenang beberapa jam sebelum tidur dan memunculkan suasana nyaman di kamar tidur, tidak berisik, dan cahaya yang redup.

Apabila penyebab insomnia adalah stres emosional, maka cara mengobatinya adalah dengan menggunakan obat pengurang stres. Apabila penyebabnya adalah depresi, maka cara mengobatinya adalah dengan menggunakan obat anti-depresi.

Apabila gangguan tidur berkaitan dengan kegiatan normal dan penderita merasa sehat, cara mengatasinya yaitu dengan penggunaan obat tidur untuk sementara, alternatif lainnya untuk mengatasi insomnia tanpa menggunakan obat-obatan yaitu dengan hipnoterapi atau terapi hipnosis.

Lihat: Hasil Hitung Cepat Pemilu 2014

Advertisement

Artikel Terkait Kesehatan

Label : Kesehatan Judul : Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Insomnia URL : http://www.limaratus.com/2013/07/penyebab-gejala-dan-cara-mengatasi.html
Diposting oleh: Admin -