Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif dalam Bahasa Indonesia

Kalimat efektif merupakan kalimat yang secara tepat dapat menyampaikan pesan sesaui dengan pikiran dan perasaan penyusunnya.

Ciri-ciri kalimat efektif

1. Diksi atau pilihan kata tepat
Contoh: Pahlawan itu telah gugur. => kalimat efektif
Koruptor itu telah gugur dihakimi massa. =>tidak efektif
Penjelasan: kata gugur digunakan untuk orang berjasa yang meninggal, sedangkan koruptor bukanlah orang yang berjasa untuk negara.

2. Tidak pleonastis
Tidak pleonastis maksudnya tidak terdapat kata yang maknanya sama.
Contoh: Pada hari itu mereka saling bersalaman. => kalimat efektif
Pada hari itu mereka saling bersalam-salaman => tidak efektif
Penjelasan: makna kata ulang bersalam-salaman sudah berarti saling bersalaman, sehingga tidak perlu ditambahkan kata "saling".

3. Sesuai dengan aturan kaidah bahasa
Contoh: SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => kalimat efektif
Di SD Sukosari sedang mengadakan lomba tarik tambang. => tidak efektif
Penjelasan: agar sesuai aturan kaidah bahasa, kalimat harus mempunyai minimal subjek dan predikat. Untuk mencari subjek pada kalimat bisa dicari dengan menggunakan kalimat tanya apa atau siapa. Pada kalimat kedua jika ditanyakan apa atau siapa, maka tidak ada jawabannya. Tidak mungkin pertanyaan "Siapa/apa yang sedang mengadakan lomba tarik tambang?" dijawab dengan jawaban "di SD Sukosari". Seperti halnya pertanyaan "Apa kabar?" dijawab dengan jawaban "di kebun binatang".

4. Memiliki penalaran yang logis
Contoh: Ia senang karena dirinya diacuhkan. => kalimat efektif
Ia sedih karena dirinya diacuhkan. => tidak efektif

Kalimat kedua termasuk tidak efektif karena memiliki penalaran yang tidak logis. Kata "diacuhkan" berasal dari kata dasar "acuh" yang artinya "peduli". Jika orang dipedulikan, maka secara logika harusnya orang itu tidak sedih. Jadi, kalimat kedua adalah kalimat yang tidak efektif.

5. Tidak bermakna ambigu (membingungkan)
Contoh kalimat ambigu: Presiden memimpin rapat terbatas mengantisipasi perubahan cuaca di istana negara.

Kalimat tersebut ambigu, karena yang dibahas perubahan cuaca hanya di istana negara atau di negara.

Perbaikan agar menjadi kalimat efektif:
a. Di istana negara presiden memimpin rapat terbatas membahas perubahan cuaca.
b. Presiden memimpin raat terbatas di istana negara membahas perubahan cuaca.

Lihat: Hasil Hitung Cepat Pemilu 2014

Artikel Terkait Bahasa Indonesia

Label : Bahasa Indonesia Judul : Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif dalam Bahasa Indonesia URL : http://www.limaratus.com/2013/07/contoh-kalimat-efektif-dan-kalimat.html
Diposting oleh: Admin -