720x90

Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Advertisement

Dengan banyaknya keanekaragaman hayati, Indonesia seringkali menjadi sorotan oleh berbagai kalangan yang memiliki kepentingan dengan fauna dan flora yang ada di Indonesia, khususnya yang bersifat endemik. Keanekaragaman hayati di dunia ini mempunyai nilai-nilai tertentu, yakni nilai ekonomi langsung dan nilai ekonomi tak langsung.

1. Nilai Ekonomi Langsung
Nilai ekonomi langsung bisa diamati dari aktivitas suatu masyarakat yang memanen dan memanfaatkan keanekaragaman hayati secara langsung. Misalnya, ada hewan yang berperan sebagai pemangsa alami hama. Burung hantu, burung pemangsa, dan ular sanca yang mengontrol hama tikus di area tempat bercocok tanam.

Nilai ekonomi langsung mencakup nilai kegiatan produktif dan nilai kegiatan konsumtif. Niali kegiatan konsumtif yaitu pada hayati yang dikonsumsi oleh masyarakat lokal yang tak tampak di pasar nasional ataupun internasional. Hayati yang dikonsumsi sesuai kebutuhan masyarakat tradisional pada negara berkembang, yakni untuk kayu bakar, daging, buah-buahan, sayur-sayuran, bahan bangunan, tali-temali, dan obat-obatan.

Nilai kegunaan produktif adalah nilai untuk hayati yang diambil dari alam, dan dijual ke pasar, baik pada taraf nasional maupun taraf internasional. Prouk dinilai dengan menggunakan metode ekonomi standar. Organisme dengan nilai kegunaan produktif dapat dimanfaatkan sebagai perhiasan, industri pakaian, bahan bangunan, bahan baku obat, dan kepentingan lainya. Ada berbagai macam hayati khas Indonesia yang terdapat nilai kegunaan produktif, antara lain:

a. karet untuk industri otomotif, bahan alat rumah tangga;
b. jati untuk bahan bangunan;
c. kayu hitam (eboni) untuk alat rumah tangga dan bangunan;
d. meranti sebagai bahan bangunan
e. tanaman penyegar, seperti asam, daun kopi, teh vanili, kencur, kunyit, kencur, dan jahe.

2. Nilai Ekonomi Tak Langsung
Nilai ekonomi tak langsung dapat dikelompokkan menjadi nilai kegunaan nonkonsumtif, nilai eksistensi, dan nilai pilihan.

a. Nilai Kegunaan Nonkonsumtif
Nilai kegunaan konsumtif merupakan nilai untuk berbagai jasa lingkungan yang bisa dinikmati tanpa adanya penggunaan secara langsung, seperti:

- rasmala, damar, berbagai tumbuhan kayu lainnya sebagai pengatur iklim, perlindungan sumber air dan tanah, dan monitor lingkungan;

- maleo dan komodo untuk nilai pendidikan dan ilmiah;

- ayam pelung, beragam jenis ular untuk ekoturisme, nilai pendidikan dan ilmiah, serta rekreasi;

- berabagi jenis burung endemik, seperti elang Jawa, jalak Bali, dan cendrawasih untuk rekreasi dan ekoturisme serta nilai pendidikan dan ilmiah;

- orang utan untuk kebun binatang, sebagai kebutuhan ekoturisme dan rekreasi;

- bunga bangkai, anggrek, mawar, teratai, kantung semar, melati padma, dan bunga lainnya untuk pendidikan, ilmiah, ekoturisme, tanaman hias, dan rekreasi.

b. Nilai Eksistensi
Nilai eksistensi adalah nilai keberadaan suatu spesies. Saat ini, sudah banya orang yang peduli terhadap kehidupan liar dan sangat prihatin untuk perlindungannya. Contoh: kakaktua, cendrawasih, anoa, maleo, komodo, tapir, harimau, orang hutan, elang Jawa, tarsius, pesut, lumba-lumba, duyung, badak, jalak Bali, matoa, eboni, meranti, edelweiss, da sebagainya.

c. Nilai Pilihan
Nilai pilihan dari spesies yaitu potensi dari suatu spesies dalam memberikan keuntungan ekonomi untuk masyarakat pada suatu ketika di masa yang akan datang. Dengan hadirnya perubahan kebutuhan masyarakat masa kini seringkali terdapat pada hewan atau tumbuhan yang belum tersentuh. Oleh karena itu, adanya kegiatan untuk melakukan telaah daya guna keanekaragaman hayati, yang dikenal dengan istilah biodiversity prospecting, yakni penelaahan potensi jenis tumbuhan dan satwa liar beserta dengan gen dan produk kimiawinya yang memiliki daya guna, seperti berikut ini.

- Kelompok jamur dan bakteri.

- Kelompok alga prospektif untuk memenuhi kebutuhan gizi, pewarna tekstil, produksi cat, pembersih polutan, dan pupuk biologis.

- Rumput alang-alang sebagai penghasil pemanis untuk menggantikan gula tebu.

- Eceng gondok sangat prospektif digunakan untuk mencukupi kebutuhan alat rumah tangga, perhiasan rumah, pakaian, dan sebagainya.

Margasatwa yang bernilai ekonomi tinggi menjadi barang untuk diperdagangkan, baik dalam negri maupun internasional, serta menajdi sumber pangan yang penting untuk masyarakat setempat. Perburuan tradisional terkadang berkaitan dengan upacara adat, seperti perburuan berbagai macam mamalia dan burung. Mamalia, burung, primata, dan reptil telah diketahui sebagai barang untuk diperdagangkan.

referensi: BSE BIOLOGI 1 Kelas X SMA dan MA, Riana Yani, dkk.

Lihat: Hasil Hitung Cepat Pemilu 2014

Advertisement

Artikel Terkait Biologi

Label : Biologi Judul : Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia URL : http://www.limaratus.com/2013/06/manfaat-keanekaragaman-hayati-di.html
Diposting oleh: Admin -